Saturday, March 18, 2006

Dialog Hati dengan Hati

Malam itu, kulewatkan hampir dua jam untuk mendengarkan kisah seorang adekku, seorang adek yang kutemukan barusan, belum juga genap dua minggu. Dan saat itu, aku mesti berperan jadi "mas" untuk ndengerin semua masalahnya.

Lagi-lagi soal "cinta"
Entah kenapa, sekali lagi aku menghadapi hal beginian
Dan..lagi-lagi semua ceritanya seakan menohok hatiku, bahwa aku sendiri pun pernah mengalaminya, bahkan menjalaninya dengan kesadaran. Jujur aja, aku malu untuk mengakui beberapa "kelebatan hati" yang masuk tanpa permisi dan merenggut cintaku kepada yang Maha Kuasa dan berganti kepada cinta kepada makhluk manis berkerudung itu.

Gak usah khawatir kalo aku akan "terjebak" dengan adekku itu, karena dia sendiri adalah seorang pria. Dan sebenarnya, aku makin menjauh dari komunikasi dengan wanita. Bahkan di YM pun, seingatku hanya ada 3 orang wanita lajang yang biasa komunikasi, sisanya adalah wanita dewasa yang biasa aku panggil mbak atau ummi, dan mereka udah menikah semua. Lainnya, adalah ikhwan-ikhwan yang kujadikan sodara ku.

Keinginan untuk menikah muda, banyaknya interaksi dalam amanah, kepanitiaan maupun kegiatan, terlebih jika SDM nya sangatlah sedikit, lagi-lagi menjadi pemicu munculnya rasa-rasa didalam hati yang makin bersemi didalam hati adekku ini. Ah... andai saja engkau tau dek, saat semua sudah kau lewati nanti, justru kau akan tau begitu nikmatnya kemampuan dirimu untuk menjaga hati dari hal yang semestinya gak perlu itu.

Aku ingat, saat menjelang usia adekku tersebut, keinginan untuk segera menikah sangatlah menggebu-gebu. Ingin sekali melepas masa lajang dan menjadikan diri untuk berbagi hidup dengan seorang wanita yang tercinta. Hal itu wajar sebenarnya, karena fase-fase usia segitu, berkisar di awal sampai pertengahan 2oan merupakan masa yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang, dan pada masa itu pula "rasa" cinta itu mendominasi dan ingin terpenuhi

Alhamdulillah, menjelang usia 25 ku yang kurang dari sebulan ini, fase itu sudah terlewati. Bagiku sendiri, mungkin bukan menjadi prioritas untuk mengakhir masa kesendirianku, meski selepas ujian skripsi kemaren, tawaran untuk mengenalkan diriku dengan banyak akhwat makin deras saja. belum lagi tawaran dari beberapa orang untuk mencarikan aku seorang Pendamping Wisuda (PW). Aku hanya tertawa kecil dengan itu semua. Semua nanti adalah rahasia Allah, aku pun tak tau kapan dan dengan siapa nantinya. Mungkin saja bisa besok, atau bahkan masih tersimpan rapi rahasia siapa yang akan menjadi bidadariku. Maaf aja teman, andai waktu itu tiba...aku akan tahu dengan sendirinya siapa dia yang terpilihkan untukku.

Aku sendiri sadar, aku bukan orang suci yang tak pernah berbuat dosa, bahkan untuk menjaga hatiku dari hal gak perlu pun aku pernah tidak mampu. Namun aku berani berkata, bahwa aku berani mengakui kelemahan dan kesalahanku, bukan kemudian bersembunyi dibalik topeng kesucian yang selalu dikenakan banyak ikhwah disana

Silahkan berkomentar macam-macam.....Thoh anda bukan aku dan anda gak bakalan pernah bisa merasakan apa yang aku rasakan. Jadi kalo cuman mau menghujat dan menghina, lebih baik anda diam!

Thursday, March 16, 2006

Impianku


Ditantang oleh Mbak Ku tentang impianku

Hemm.....jane kiy males apene ngomong soal impian....soale khan impian kuwi dinggo ngayal pas apene bobo, utowo pas lagi ngantuk...yen ngene rak kabeh uwong iso ngerti khayalanku kiy opo ae. opo rak aku dadi isin *maluw mode on*. Tapi demi rasa hormat sama Mbak ku ini..ya udah..aku tulis deh

  1. Mewujudkan amanah bunda, adalah menghajikan almarhum Ayah ku yang udah meninggal 6 tahun yang lalu. Memang sih bisa dihajikan orang lain, tapi apa gak lebih afdhol kalo anak laki-laki satu-satunya yang menghajikan ayahnya
  1. Pengen punya rumah yang biasa aja, gak usah gede-gede amat, namun bersih dan terawat, serta halaman luas, sehingga mudah bermain dan aman dari gangguan sekitar. Maklum aja, rumahku sendiri berdiri diatas tanah seluas 550 m2 yang membuat halaman depan dan samping adalah tempatku bermain dan sempat pula aku bertanam kacang panjang dan ketimun disana, sekedar mengamalkan ilmu dibidang pertanian yang aku punyai. Belum lagi 5 pohon mangga yang rindang dan tidak terlalu tinggi dengan buah yang subhanallah manis dan banyaknya saat panen yang membuat setiap bundaku pergi ke Jakarta ke tempat sodara selalu membawa kardus berisi mangga manis. Juga pohon sawo mini, dan beberapa tanaman di samping rumah yang membuat lebih hijau. Dengan begitu, rumah impianku modelnya sama seperti rumahku saat ini.

3. Yang ketiga adalah aku pingin kuliah ke UK, bukan ngambil ilmu sains, karena aku benci dengan ilmu sains terutama matematika, namun aku ingin ambil ilmu yang terkait dengan jurnalistik. Bisa berupa reportase, fotografi atau malah broadcasting. Yang penting jurnalistik. Asal tau aja, cita-citaku jadi jurnalis foto gak kesampaian karena bundaku melarang ngambil ilmu sosial dan malah gak boleh ngambil visual grafis waktu kuliah yang akhirnya malah nyasar ke pertanian.

  1. Aku pengen banget punya kamera digital SLR, buat menggantikan kamera analog Canon Q III buatan tahun 1984 yang selama ini setia menemani diriku hunting foto, termasuk saat bentrok ketika aksi, mati-matian aku lindungi dengan tubuhku saat clash dengan aparat, tubuhku bonyok namun kamera selamat dan gak rusak. Dan gak tanggung-tanggung yang ku inginkan adalah Canon EOS 30D. Kamera SLR digital berharga 1399,99 dolar ini kamera impianku atau bisa juga Sony DSC-F828 seharga 1200 dolar. Kalopun nggak, Canon Power Shot S3 IS seharga 499,99 dolar atau Sony CybersHot F828 seharga 6,75 juta sepertinya lebih realistis untuk diwujudkan. Lengkap dengan flash lamp dan juga tripodnya serta memory card yang berkapasitas besar, dan kalo ada duit lagi mau beli lensa pendukungnya. Sepertinya asyik kalo dipake buat hunting foto. Maklum, namanya juga hobi fotografi, jadinya impiannya ya punya kamera digital yang oke.

  1. Dan yang kelima kaitannya dengan kamera diatas, karena pengen aja, nanti suatu saat ketika "phobia" ku bisa hilang ketika ketemu dengan orang yang tepat, maka saat honey moon bisa moto "my beloved wife” with her action. And with my pleasure, I will take the pose of my angel. Dan…..itu dilakukan di
  2. Gunung Rinjani, my dream mount to honey moon. Aneh mungkin, kok malah ke Rinjani sih, tapi gak papa khan, sekedar impian aja kok. Kalopun nggak, ya pengen aja ntar habis nikah, jalan-jalan ke suatu tempat yang sejuk, syukur-syukur rumah mertua didaerah yang punya suasana yang asri dan sejuk, jadinya bisa jalan-jalan dan hunting picture with the model is my girl only . Kalopun tidak, ada keinginan untuk jalan-jalan ke Padang Panjang, kampung kelahiran ayahku di Minang sana, buat hunting foto. Asal tau saja, suasana pedesaan dan pegunungan masih sangat kental di kota yang hanya satu-satunya mempunyai sekolah Thawalib serta Kauman Muhammadiyah selain yang berada di Yogya. Kota kecil nan sejuk dan asri yang banyak melahirkan ulama-ulama besar di Indonesia, ingin membawa my lady ku kesana sambil menikmati keindahan suasana pegunungan, atau kali malah dapat mertua orang sana yah he3 (hush......tidak menunjuk oknum dan orang tertentu..kali aja kebetulan sama :p). Atau, bisa aja di rumahku, soalnya dibelakang rumah itu perbukitan yang meski kecil namun cukup bagus. Ah..........di Wonogiri juga banyak tempat yang bagus kok, namun tetep aja target utamaku adalah Gunung Rinjani. Andai dapat dilakukan, dengan sepenuh hati aku akan bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan tersebut.

Itu dia impianku, yang sering terlintas kala menjelang bobo. Dan cukuplah tantangan ini berakhir sampai disini, Kalopun setelah baca ini merasa tertantang untuk nulis 5 impiannya, ya terserah. Lha wong gak ada larangan untuk gak merasa tertantang kok. Yang pasti ini hanya sekedar sebuah impian yang mungkin aja bisa terwujud, dan ketika terwujud makan syukur yang tak terhingga kita panjatkan ke hadapan Allah atas nikmat tersebut. Kalopun gak terwujud, anggap aja memang yang kita dapatkan saat ini adalah yang terbaik yang bisa kita nikmatin dan itu tidak akan mengurangi rasa syukur kita kepada Allah



Silahkan berkomentar macam-macam.....Thoh anda bukan aku dan anda gak bakalan pernah bisa merasakan apa yang aku rasakan. Jadi kalo cuman mau menghujat dan menghina, lebih baik anda diam!